News Update :
Home » » Perubahan Wujud Benda yang Tidak Bisa Kembali Wujud Semula dan Bisa Kembali Ke Wujud Semula

Perubahan Wujud Benda yang Tidak Bisa Kembali Wujud Semula dan Bisa Kembali Ke Wujud Semula

Penulis : Unknown on Jumat, 26 September 2014 | 14.44

Perubahan wujud benda adalah proses yang terjadi pada suatu benda yang menyebabkan benda tersebut mengalami perubahan dari bentuknya (Haryanto:2006).
Perubahan wujud pada benda dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu “perubahan wujud yang dapat kembali dan perubahan wujud yang tidak dapat kembali” (Haryanto,2006:85). Untuk lebih jelasnya akan diuraikan sebagai berikut:
a.    Perubahan Wujud Yang Dapat Kembali Ke Bentuk Semula
Pada perubahan wujud yang dapat kembali, benda yang mengalami perubahan dapat berubah kembali ke bentuk semula. Contohnya, perubahan wujud pada air.
Air dapat berubah wujud menjadi es. Es dapat kembali berubah wujud menjadi air. Bahkan, air yang berubah menjadi benda gas dapat kembali berubah menjadi titik air.
Selain air perubahan wujud yang dapat kembali dapat terjadi pada gula dan garam yang larut dalam air dapat berubah kembali menjadi gula dan garam padat. Caranya adalah dengan menguapkan larutan gula dan garam itu.
Orang membuat garam dari laut dengan cara air laut ditampung dalam bak dangkal yang luas di udara terbuka. Selama beberapa hari, air laut dibiarkan mengalami penguapan di bawah panas matahari. Penguapan adalah peristiwa perubahan benda cair menjadi gas. Dalam hal ini, benda cair yang menguap adalah air laut. Setelah air laut menguap, pada dasar bak tertinggal butiran garam. Setelah mengalami beberapa proses lagi, jadilah garam dapur.
Proses pembuatan garam menunjukkan bahwa garam mengalami perubahan wujud yang dapat kembali. Garam yang terlarut dalam air laut dapat diubah menjadi garam padat. Jika garam dilarutkan dalam air, maka terbentuk air garam.
Begitu juga perubahan wujud yang terjadi pada gula yang dilarutkan. Gula juga mengalami perubahan wujud yang dapat kembali. Larutan gula, jika diuapkan akan meningggalkan gula dalam bentuk padat.
Sama halnya dengan margarine dan mentega juga dapat mengalami perubahan wujud yang dapat kembali. Jika dipanaskan, margarine dan mentega akan mencair. Margarin dan mentega cair akan berubah menjadi padat kembali jika didinginkan. Jadi perubahan-perubahan seperti contoh diatas merupakan perubahan wujud yang dapat kembali.

b.    Perubahan Wujud Yang Tidak Dapat Kembali Ke Bentuk Semula
Perubahan wujud yang tidak dapat kembali, benda yang mengalami perubahan tidak dapat diubah kembali ke bentuk semula. Perubahan wujud yang terjadi karena pembakaran adalah perubahan wujud yang tidak dapat kembali, misalnya kertas atau sampah yang dibakar. Kertas yang dibakar akan berubah menjadi abu arang. Dengan cara apapun, abu arang tidak dapat diubah lagi menjadi kertas.
Beberapa proses alami merupakan proses perubahan wujud yang tidak dapat kembali, misalnya pembusukan yang terjadi pada sayuran dan buah-buahan. Setelah beberapa hari, sayuran dan buah-buahan yang semula agak keras berubah menjadi lembek (berair). Lama-kelamaan, sayuran dan buah-buahan menjadi busuk. Buah yang dikupas kulitnya, misalnya apel yang diiris, juga mengalami perubahan wujud. Daging buah apel berubah warnahnya menjadi cokelat dalam waktu kurang dari satu jam. Sayuran dan buah yang telah berubah wujud ini tidak akan segar kembali seperti semula.
Seperti ada peribahasa yang menyatakan “Nasi sudah menjadi bubur” artinya, sesuatu yang sudah terjadi, tidak dapat dikembalikan ke keadaan semula. Semua terlanjur terjadi. Sesungguhnya, perubahan yang terjadi pada pemasakan nasi sesuai dengn bunyi peribahasa itu.
Pemasakan nasi merupakan proses perubahan wujud yang tidak dapat kembali. Nasi berasal dari beras yang dimasak dalam air. Jika takaran airnya pas, beras yang dimasak berubah wujud menjadi nasi. Jika takaran airnya terlalu banyak, bukan nasi yang dihasilkan tetapi bubur. Nasi dan bubur tidak dapat diuba lagi menjadi beras.
Serupa dengan nasi, telur yang masak tidak dapat kembali menjadi telur mentah. Akibat pemanasan, telur berubah menjadi padat. Telur yang telah padat tidak dapat diubah menjadi car kembali.
Perubahan yang terjadi karena proses perkaratan juga merupakan perubahan wujud yang tidak dapat kembali. Besi yang berkarat menjadi hitam dan rapuh. Karat tidak dapat diubah menjadi besi lagi. Cara menghilangkan karat dari besi adalah dengan mengikisnya. Besi dapat terhindar dari karat jika dilapisi dengan nikel atau biasa disebut dipernikel.

Jadi perubahan wujud seperti yang terjadi pada kertas yang dibakar merupakan perubahan wujud yang tidak dapat kembali.
Share this article :

Posting Komentar

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. KELAS 5 SD PRIMA . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger